
Jakarta, 26 September 2023 – Kementerian Hukum atas nama Negara Republik Indonesia berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek memberikan hak merek logo kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Senin malam (22/9).
Dalam sertifikat bernomor pendaftaran IDM001380699, logo dengan warna hijau, kuning dan biru, warna putih pada tulisan APN, warna merah pada tulisan “Agrinas Palma” dan warna hijau pada tulisan “Nusantara” sah menjadi milik Agrinas Palma Nusantara.
Bagi Letjen TNI (Purn.) R. Wisnoe Prasetja Boedi, perjalanan lahirnya PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tak bisa dilepaskan dari simbol-simbol yang menyertainya. Salah satunya adalah logo perusahaan, yang bukan sekadar identitas visual, tetapi juga representasi dari cita-cita besar bangsa: kemandirian pangan, energi, dan air.
“Logo ini bukan hanya gambar. Ia lahir dari gagasan, perdebatan, dan semangat kolektif,” ujar Komisaris Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) itu saat mengenang proses pembentukannya.
Dari Indra Karya ke Agrinas Palma
Kisah bermula pada November 2024, ketika Pak Wisnoe bersama Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo mendapat mandat dari Menteri BUMN untuk menginisiasi perusahaan baru dalam kerangka program swasembada pangan, energi, dan air. Tiga BUMN diproyeksikan menjalankan misi besar ini: PT Indra Karya untuk energi berbasis sawit, PT Yodya Karya untuk pangan, dan PT Virama untuk air.
Pelantikan direksi dan komisaris pun digelar di Kementerian BUMN. Dari sana, lahirlah tim kecil yang dikenal dengan sebutan kelompok kerja atau Pokja. Tim ini, berisi gabungan purnawirawan dan profesional, merumuskan struktur organisasi, visi, misi, etos kerja, mars perusahaan, hingga logo yang kini menjadi identitas Agrinas Palma Nusantara.
Proses Kreatif Logo
Pada awalnya, logo masih sederhana: sekadar tulisan “AP”. Namun, seiring perjalanan, muncul masukan bahwa identitas visual untuk perusahaan sebesar Agrinas Palma Nusantara harus lebih kuat. Gagasan bergulir, dari simbol benih sawit hingga bola dunia, sebelum akhirnya mengerucut pada lambang yang kini kita kenal.
“Logo ini akhirnya mengambil inspirasi dari simbol biodiesel,” jelas Pak Wisnoe. Bentuk utama logo menyerupai tetesan energi, dikuatkan dengan kombinasi tiga warna: hijau, kuning, dan biru. Hijau melambangkan sawit dan keberlanjutan, kuning menggambarkan energi, sementara biru merepresentasikan air dan energi baru terbarukan. Energi baru dan terbarukan dilambangkan dengan tiga warna. Yakni hijau, kuning dan biru.

Menariknya logo ini ada di bagian hijau, yang terdapat delapan lengkungan. “Itu bukan kebetulan. Angka delapan melambangkan Asta, Presiden kedelapan Republik Indonesia, yang konsisten mendorong program ketahanan energi. Angka delapan juga diyakini sebagai simbol keberuntungan,” tambah Pak Wisnoe.
Semangat Kolektif
Pak Wisnoe menegaskan, logo ini adalah hasil kerja bersama. Yang bersumber dari gagasan Direktur Utama, Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo, Tim Pokja memainkan peran penting dalam memvisualisasikan ide-ide tersebut. “Semua memberi masukan, semua merasa memiliki,” katanya.
Logo pun menjadi bagian dari paket nilai perusahaan yang disusun sejak awal: visi, misi, dan nilai-nilai. “Patriot, Loyal, Profesional”, etos kerja “Semangat, Kompak, Produktif”, serta mars perusahaan “Mars Agrinas Palma”. Semua lahir dalam semangat kolektif, mengikat para purnawirawan dan profesional dalam satu tujuan: mengabdi bagi ketahanan energi bangsa.
Identitas dan Pesan
Hari ini, setiap kali logo Agrinas Palma Nusantara terpampang, ia bukan hanya tanda korporasi. Lebih dari itu, ia adalah pengingat bahwa perusahaan ini lahir dari semangat pengabdian, kerja kolektif, dan cita-cita besar mewujudkan swasembada energi berbasis sawit.
“Kalau orang yang bergerak di bidang energi melihat logo ini, mereka langsung paham bahwa Agrinas Palma Nusantara bergerak di biodiesel dan energi baru terbarukan,” ujar Pak Wisnoe.
Terdaftarnya logo Agrinas Palma Nusantara pada Kementerian Hukum, tak lepas dari kerja sama semua pihak. Antara lain, Direktorat Hukum dan Kepatuhan yang dipimpin Mayjen TNI Purn. Cucu Somantri, beserta jajarannya, Manajer Perizinan Non Usaha, Mellany Ayu Susanto, S.H., M.Kn dari Divisi Perizinan Korporat, juga Manajer Hubungan Kelembagaan, Laban Eben Ezer dari Divisi Komunikasi, Hubungan Kelembagaan dan Media Kreatif, yang secara konsisten mengecek status prosesnya di Kementerian Hukum.
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi menerima sertifikat merek logo terdaftar pada hari Senin (22/9), setelah proses pendaftaran yang sukses dan disetujui oleh Kementerian Hukum (Kemenkum). Sertifikat ini ditandatangani langsung oleh pejabat Kementerian Hukum, menandai langkah penting bagi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan hasil agrikultur.

Percepatan penerbitan sertifikat merek logo ini tidak terlepas dari peran Subdivisi Hubungan Kelembagaan Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), yang membangun hubungan baik dengan pihak-pihak terkait, baik di tingkat pemerintah maupun lembaga lainnya.
Sertifikat merek ini mencakup desain logo perusahaan yang telah melewati serangkaian verifikasi dari Kemenkum. Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada kualitas dan inovasi, PT Agrinas Palma Nusantara berharap langkah ini juga dapat memperkuat hubungan dengan mitra bisnis, konsumen, dan seluruh pemangku kepentingan di industri agribisnis.
Dengan adanya perlindungan hukum atas merek logo perusahaan, PT Agrinas Palma Nusantara semakin siap untuk mengembangkan portofolio produk mereka, memperluas jangkauan pasar, dan memastikan bahwa inovasi mereka terlindungi dengan baik.
Divisi Komunikasi, Hubungan Kelembagaan, dan Media Kreatif
Renaldi Zein, MSi, General Manager.
Natalia Santi, Nurhasanah Shihab, Devano Christian

