
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Jenderal TNI Purn. Agus Sutomo, SE menerima BAP Penyerahan Lahan dari Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo disaksikan Menhan Sjafrie Sjamsuddin dan Wamenkeu Anggito Abimanyu.
Jakarta, 12 September 2025 – Negara menegaskan komitmennya menghadirkan kembali lahan produktif untuk rakyat melalui penyerahan aset hasil penguasaan kembali kawasan hutan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Agrinas Palma Nusantara menyatakan kesiapan penuh mengelola 1,5 juta hektare lahan sawit secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan bangsa.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo, SE, menyatakan bahwa pengelolaan ini bukan semata urusan bisnis, melainkan amanah besar untuk kesejahteraan rakyat.
“Kami berkomitmen menjaga amanah negara dengan mengelola aset ini secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan bangsa. Revitalisasi kebun menjadi prioritas agar lahan ini kembali produktif, sehingga hasilnya benar-benar memberi manfaat untuk rakyat,” ujarnya.

Empat Tahap Penyerahan
Sejak awal 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyerahkan lahan dalam empat tahap:
Tahap I: 221.868 hektare eks PT Duta Palma di Riau dan Kalimantan Barat.
Tahap II: 216.977,75 hektare dari 109 perusahaan di 9 provinsi.
Tahap III: 394.547,29 hektare dari 232 perusahaan/koperasi di 4 provinsi.
Tahap IV: Tambahan 674.178,44 hektare dari 245 perusahaan di 15 provinsi.
Total keseluruhan lahan yang kini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara mencapai 1,5 juta hektare.

Capaian Satgas PKH
Ketua Pelaksana Satgas PKH, Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya nyata mengembalikan aset negara untuk kesejahteraan rakyat.
Dari target 1 juta hektare, berhasil dikuasai kembali 3,3 juta hektare hutan hanya dalam 8 bulan.
1,5 juta hektare lahan sawit telah diserahkan ke Agrinas Palma Nusantara, dengan nilai aset indikatif Rp150 triliun.
Penerimaan negara tercatat: Rp325 miliar dari escrow account, Rp184,8 miliar dari pajak, dan Rp1,2 triliun dari PBB serta pajak lain.
“Ini adalah bagian dari upaya pemulihan aset negara, sekaligus langkah memastikan sumber daya alam benar-benar kembali menjadi milik rakyat dan dikelola secara berkelanjutan,” tegas Febrie.

Hilirisasi dan Manfaat untuk Bangsa
PT Agrinas Palma Nusantara kini mengoperasikan 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan tengah menyiapkan hilirisasi produk sawit menjadi minyak goreng dan biodiesel. Potensi produksi diperkirakan mencapai 5,7 juta ton minyak nabati per tahun, mendukung program biodiesel B40 sebesar 15,8 miliar liter.
Agus Sutomo menambahkan, kondisi lahan yang diterima memang beragam, dari rusak berat hingga masih produktif. “Tugas kami adalah menormalkan kembali kondisi kebun agar produktivitas meningkat. Hasilnya diharapkan mendukung ketahanan pangan, energi, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas,” katanya.

Sinergi untuk Indonesia Berkelanjutan
Langkah ini menunjukkan sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kejaksaan Agung, Kementerian Pertahanan, Kementerian BUMN, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pemerintah menegaskan bahwa penyerahan lahan kepada PT Agrinas Palma Nusantara bukan sekadar mengatasi pelanggaran hukum, tetapi juga tonggak menuju pengelolaan sawit yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Keberhasilan Satgas PKH adalah bukti nyata keteguhan nasional dan komitmen Indonesia terhadap lingkungan dan rakyatnya,” tutup Febrie Adriansyah.
Hadir dalam acara penyerahan lahan tahap IV, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang juga bertindak selaku Ketua Pengarah Satgas PKH, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Plt Wakil Jaksa Agung Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, serta para pejabat TNI, Polri dan pejabat terkait lainnya.
Komisaris Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Letjen TNI Purn. Wisnoe Prasetja Boedi bersama jajaran Direksi dan SEVP PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) juga hadir. Antara lain, Direktur Hukum dan Kepatuhan Mayjen TNI Purn. Cucu Sumantri, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko M. Wais Fansuri, Direktur Konsultan Konstruksi Gagah Guntur Ariwibowo, Direktur Bisnis dan Komersial Zulham S. Koto, Direktur Riset, Pengembangan dan Keberlanjutan Teddy J. Simatupang, SEVP Corporate Secretary & ESG, Okky Suryono, SEVP Hukum dan Kepatuhan, Brigjen TNI (Purn) I Nyoman Suparta, dan General Manager Komunikasi Hubungan Kelembagaan dan Media Kreatif, Renaldi Zein, MSi. ***
Divisi Komunikasi, Hubungan Kelembagaan dan Media Kreatif
General Manager Renaldi Zein, MSi
Manajer Hubungan Eksternal, Natalia Santi, Asisten Manajer Hubungan Kelembagaan, Rio Prabowo

