Menyambut Masa Depan Sawit Indonesia: Antusiasme dan Harapan di Balik Pembekalan Agrinas Palma Nusantara

Gambar : Pembekalan dan Peningkatan Kapasitas Karyawan Gelombang 4

Cibubur, Jakarta Timur – Sore itu di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, ratusan peserta tampak antusias mengikuti pembekalan calon karyawan batch keempat Agrinas Palma Nusantara, Selasa (10/6). Di balik wajah-wajah penuh harapan, terselip tekad besar untuk ikut ambil bagian dalam proyek ambisius yang digagas Presiden RI: mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan air bagi bangsa Indonesia.

Acara dibuka dengan salam lintas agama, diiringi pujian kepada Tuhan karena para peserta bisa berkumpul dalam keadaan sehat dan semangat. Dalam suasana yang santai namun sarat motivasi, Direktur SDM dan Umum Agrinas Palma Nusantara, Mayjen TNI Purn. Dr. Bachtiar Utomo, SIP, MAP memaparkan gambaran besar misi perusahaan yang kini telah bertransformasi dari PT Indra Karya, perusahaan konsultan teknik milik negara, menjadi pelaku utama industri kelapa sawit nasional.

“Agrinas Palma Nusantara ini bukan sekadar bisnis sawit. Ini bagian dari visi besar Presiden kita. Ada tiga Agrinas: Pangan, Palma, dan Jaladri. Kita pegang sektor energi dari kelapa sawit,” ungkap Bachtiar penuh semangat.

Foto : Kegiatan Pembekalan di Aula Sarbini Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, pada 11 Mei 2025

Transformasi Besar

Bukan sekadar berganti nama dan sektor, transformasi juga bermakna paradigma. Agrinas Palma kini menjadi penggerak utama pembangunan lahan sawit terintegrasi dengan konsep pertanian dan peternakan.

“Bayangkan saja, setiap hektare sawit akan dihuni satu sapi dan satu kambing. Dengan proyeksi pengelolaan hingga tiga juta hektare, Indonesia bisa memiliki tiga juta sapi dan kambing—sebuah potensi luar biasa untuk ketahanan pangan nasional,” kata Bachtiar.

Tak hanya itu, Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut menjelaskan betapa kelapa sawit adalah komoditas yang nyaris tanpa limbah: dari batang hingga cangkang, semua bisa dijadikan produk bernilai ekonomi. Sabun, kosmetik, pupuk, hingga minyak goreng hanyalah segelintir dari 20 lebih turunan produk sawit yang sedang disasar Agrinas.

“Cita-cita kita, Agrinas Palma jadi perusahaan kelapa sawit nomor satu di dunia. Juni ini, kita akan mengelola tambahan 400 ribu hektare,” ujar Bachtiar Utomo, disambut tepuk tangan riuh sekitar 200 peserta yang hadir secara luring di Aula Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur Jakarta. Adapun sekitar ratusan lainnya yang mengikuti via daring dari Medan dan Pontianak, juga tampak menyambut dengan gembira.

Tantangan Tak Kecil

Namun, lahan yang akan dikelola bukanlah lahan baru. Sebagian besar sudah berusia puluhan tahun dan perlu diremajakan melalui program rehabilitasi, normalisasi, dan rekonstruksi. Ini bukan pekerjaan ringan, namun sang direktur meyakinkan para peserta bahwa mereka tengah memegang kunci perubahan.

Ia menekankan pentingnya ketangguhan mental dan dedikasi. Dalam nada bercanda namun serius, ia memperingatkan peserta agar tak “luyur-luyur” atau bersikap setengah hati.

“Jangan datang ke sini cuma buat jalan-jalan. Ini kesempatan emas. Jangan jadi ayam sayur. Begitu ditempatkan di kebun langsung menyerah. Enggak bisa begitu.”

Peserta juga dipersiapkan untuk kemungkinan penempatan di seluruh penjuru negeri—dari Sumatra, Kalimantan, hingga Merauke, Papua. Lokasi bukan masalah, katanya. “Kerja di mana pun, sama saja. Yang penting hatinya senang.”

Nilai Strategis

Tak lupa, sang direktur menegaskan bahwa seluruh kerja keras ini bermuara pada satu tujuan: kesejahteraan rakyat Indonesia. Ia memuji visi Presiden Prabowo yang menurutnya telah melampaui kepentingan pribadi dan kini fokus pada rakyat.

“Beliau sudah selesai dengan duniawinya. Yang dipikirkan sekarang cuma satu: bagaimana rakyat ini sejahtera, makmur, dan pendidikannya maju.”

Ia juga menyinggung soal besarnya investasi dan nilai aset yang dikelola Agrinas. Dengan perhitungan kasar, jika proyek ini rampung, nilainya bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

“Kalau punya 4 juta hektare dan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) sendiri, asetnya bisa 500 triliun. Bayangkan gajinya kalau sudah grade 1.”

Kebangkitan Generasi Muda

Acara pembekalan ini bukan hanya sesi pengarahan biasa. Ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk bangkit, mengambil peran penting dalam pembangunan, dan memaknai kerja sebagai bentuk pengabdian.

Di akhir pidatonya, Direktur SDM mengajak semua peserta untuk bekerja keras, bersabar, dan percaya bahwa masa depan cerah tengah menanti. Ia menyebut bahwa perusahaan ini masih dalam fase “puasa”, namun jika dijalani dengan sungguh-sungguh, “griding”-nya akan naik—dan kesejahteraan tinggal menunggu waktu.

“Kerja, kerja, kerja. Ini makin bagus, makin bagus. Kita harus serius. Jangan lihat sekarang. Sabar, karena sabar itu kersanya Allah.”

Dengan semangat dan keyakinan penuh, Agrinas Palma Nusantara melangkah ke depan, mengajak generasi muda menjadi bagian dari perubahan besar. Melalui sawit, peternakan, dan ketekunan, mereka bukan hanya membangun perusahaan, tapi juga merintis masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan makmur.

Dan hari itu, di Cibubur, masa depan itu dimulai.

Armitha Nabila, peserta pembekalan dari Jakarta menilai pembekalan yang diberikan APN menambah wawasan sebagai karyawan yang tentunya menunjang pekerjaan yang akan diemban selanjutnya, terutama dalam hal-hal teknis. Bella, demikian sapaan Armitha, yang memiliki latar belakang bisnis keuangan lulusan Universitas Prasetya Mulya, Jakarta merasa PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mendapat amanah dari Presiden Prabowo untuk swasembada energi demi kemajuan negeri.

“Saya merasa bangga bisa bergabung di PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), karena visi misinya yang tidak hanya profit oriented, tetapi juga mendukung kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Bella.

Seusai mendapat pendalaman materi mengenai sawit 10-11 Juni, para peserta diajak untuk mengunjungi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Cikasungka PT Perkebunan Nusantara (Persero) VÌII, keesokan harinya, Kamis 13 Juni 2025. Direktur Utama PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) Letjen TNI Purn Agus Sutomo SE akan turut hadir sekaligus menutup acara pembekalan di PKS Cikasungka.

Penulis: Natalia Santi
Editor: RZ/MRR

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these