
Jakarta, 23 Oktober 2025 – Dalam film legendaris The Towering Inferno (1974), penonton diajak menyaksikan kepanikan yang melanda sebuah gedung pencakar langit mewah di San Francisco ketika kebakaran besar melanda di malam peresmiannya. Api menjalar cepat, sistem keamanan gagal berfungsi, dan kekacauan pun terjadi. Di tengah situasi itu, hanya keberanian, koordinasi, dan ketenangan yang bisa menyelamatkan nyawa.
Empat puluh tahun setelah film itu dirilis, pesan yang dibawanya tetap relevan. Tidak ada kemewahan atau kecanggihan teknologi yang dapat menggantikan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan latihan keselamatan. Inilah semangat yang juga terasa saat PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama PT Hutama Karya (Persero) menggelar simulasi tanggap darurat kebakaran di Gedung HK Tower, Kamis, 23 Oktober 2025.

Simulasi Nyata, Tanpa Efek Hollywood
Jika The Towering Inferno menampilkan kobaran api yang memerah di layar lebar, maka simulasi kebakaran di HK Tower adalah “film nyata” yang dimainkan oleh para karyawan sendiri — tanpa naskah, tanpa efek khusus, tapi dengan tujuan yang sama: menyelamatkan diri dan rekan kerja.
Suara alarm berbunyi nyaring di Gedung HK Tower siang itu. Tanpa panik, para karyawan segera bergerak mengikuti arahan. Di antara hiruk pikuk langkah menuju tangga darurat, terlihat wajah-wajah serius namun tenang. Semua menjalankan peran masing-masing dalam simulasi tanggap darurat kebakaran yang digelar bersama oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero).

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 Oktober 2025, pukul 13.30 WIB ini diikuti oleh seluruh karyawan yang berkantor di gedung tersebut. Tujuannya sederhana tapi penting: melatih kesiapsiagaan dan koordinasi jika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Latihan yang Serius tapi Penuh Kekeluargaan
Meski bersifat simulasi, suasana terasa hidup dan hangat. Semua peserta kompak mengikuti instruksi Tim Tanggap Darurat dan para Penanggung Jawab Lantai (Floor Warden). Mereka berbaris rapi meninggalkan ruang kerja, berjalan menuruni tangga darurat tanpa menggunakan lift, dan menuju titik kumpul di luar gedung.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan tertib,” ujar Yabani, Manager Keselamatan dan Kesehatan Kerja Gedung (MKKG) HK Tower. Ia menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan seluruh penghuni gedung dan memastikan sistem proteksi kebakaran berfungsi baik.
“Selain melatih peran tim tanggap darurat, kita juga ingin memastikan semua peralatan seperti alarm, sprinkler, dan sistem evakuasi bekerja sesuai standar dan regulasi,” tambahnya.
Melatih Koordinasi, Menguji Kesiapan
Simulasi ini bukan sekadar formalitas. Menurut Brigjen TNI (Purn.) Syarifudin Harahap, General Manager Keamanan dan K3LH PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), latihan semacam ini adalah bagian dari budaya keselamatan kerja yang harus dijaga.

“Kami berterima kasih kepada Hutama Karya sebagai pengelola gedung yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujarnya. “Sebagai bagian dari gedung HK, kami turut serta agar tujuan dan sasaran simulasi tercapai.”
Ia menjelaskan bahwa tujuan simulasi kebakaran mencakup lima hal utama. Pertama meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran seluruh karyawan terhadap situasi darurat.
Lalu, menguji prosedur evakuasi sesuai jalur yang telah ditentukan. Kemudian, melatih penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) untuk menghadapi kebakaran kecil.
Juga, mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana keselamatan gedung. Serta, m*emperkuat koordinasi antara tim internal dan pihak eksternal seperti dinas pemadam kebakaran.

Cerita dari Lantai Sembilan
Bagi Nanang Kurniawan, Floor Warden lantai 9, latihan ini memberi pengalaman berharga. “Tugas saya mengarahkan karyawan menuju titik kumpul dan memastikan evakuasi berjalan cepat dan aman,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga ketenangan adalah kunci utama. “Kami bantu rekan-rekan tetap tenang sambil menuruni tangga darurat. Dengan latihan seperti ini, semua jadi tahu apa yang harus dilakukan saat kebakaran sungguhan.”
Bagi Nanang, kegiatan ini bukan hanya soal prosedur, tetapi soal kepedulian terhadap keselamatan diri dan sesama. “Kesadaran ini penting. Karena dalam situasi darurat, kita tidak hanya menyelamatkan diri, tapi juga saling menjaga.”

Kolaborasi dengan Dinas Damkar DKI Jakarta
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta.
Menurut Iwan Gunawan, Satpel Investigasi Damkar, latihan seperti ini merupakan bagian dari edukasi publik tentang pentingnya kesiapsiagaan di gedung-gedung tinggi.
“Salah satu tugas kami adalah sosialisasi dan edukasi agar penghuni gedung tahu siapa berbuat apa saat keadaan darurat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tim Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) memiliki tanggung jawab penting, mulai dari pemadaman awal, evakuasi, hingga penyelamatan dokumen atau aset penting perusahaan.
Sebelum pelaksanaan simulasi, tim Damkar juga melakukan pengujian sistem proteksi kebakaran pada Sabtu, 18 Oktober 2025. “Kami pastikan semua sistem siap pakai. Hasilnya, saat simulasi, semua berjalan baik,” ujar Iwan.
Keselamatan sebagai Budaya Perusahaan
Melalui kegiatan ini, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmennya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari budaya perusahaan.
Latihan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala. “Kesiapsiagaan tidak bisa instan. Ia tumbuh dari latihan, disiplin, dan rasa tanggung jawab bersama,” tutup Brigjen (Purn.) Syarifudin Harahap.
Suara alarm telah berhenti. Para karyawan kembali ke meja kerja dengan senyum lega. Tapi hari itu, mereka membawa sesuatu yang lebih berharga, kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab semua.
Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Chief Editor: Renaldi Zein, MSi
Penulis: Natalia Santi, Manager Komunikasi Eksternal
Peliput: Laban Eben Haezer, Manager Hubungan Kelembagaan, Rio Prabowo, Asisten Manager Hubungan Kelembagaan, Nabila Afianisa, Staf Komunikasi Internal, Nadia Shabarina., Staf Media Kreatif.

