Agrinas Palma, INSTIPER, dan Pemerintah Sinergikan Perkebunan untuk Rakyat

Kunjungan Dirut PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama jajaran Direksi dan Komisaris Utama ke Instiper di Ungaran Semarang. Senin, 8 September 2025. Divkom Re

Ungaran, 8 September 2025 — Komitmen negara untuk menjadikan perkebunan sebagai penopang ekonomi rakyat semakin ditegaskan melalui sinergi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, serta pemerintah.

Di bawah rindangnya kebun sawit di Ungaran, Senin (8/9), Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo SE, menyatakan bahwa mandat baru yang diemban perusahaan adalah mengelola aset perkebunan bermasalah untuk dikembalikan manfaatnya kepada rakyat.

“Semua ini milik rakyat, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33. Tugas kami mengembalikannya kepada pemilik yang sah, yaitu rakyat Indonesia,” ujarnya dalam penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan (YPKPY) dan INSTIPER, Senin (8/9).

Selain Pak Dirut, hadir dalam acara tersebut Komisaris Utama Letjen TNI Purn Wisnoe Prasetja Boedi, Direktur SDM dan Umum Memed Kosasih Setia Putra, Direktur Riset, Pengembangan dan Keberlanjutan Teddy J. Simatupang, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Wais Fansuri, Senior Executive Vice President Corporate Secretary & ESG, Okky Suryono, dan General Manager Komunikasi, Hubungan Kelembagaan dan Media Kreatif Renaldi Zein, MSi, yang meliput langsung kegiatan nan penuh momen indah kebersamaan untuk memajukan perkebunan sawit Indonesia.

Dirut PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Jenderal TNI Purn. Agus Sutomo, SE, menyalami para mahasiswa Instiper yang sedang melaksanakan kegiatan Okkabun, Ungaran, Senin (8/9).

Mandat Negara untuk Ekonomi Rakyat

Transformasi PT Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara pada Januari 2025 memberi mandat baru: mengelola lahan sawit bermasalah.

Hingga September, Agrinas Palma telah mengelola 833 ribu hektare, ditargetkan naik menjadi 3,8 juta hektare akhir tahun ini, bahkan berkembang hingga lima juta hektare.

“Target besar ini bukan tanpa tantangan. Kita butuh ketelitian, keberanian, dan sikap humanis. Semua harus kembali untuk rakyat,” kata Pak Agus Sutomo.

Dalam empat bulan pertama, perusahaan mencatat pendapatan Rp2,2 triliun, dengan Rp325 miliar di antaranya disetorkan ke Kejaksaan Agung menunggu kepastian hukum. Prinsip transparansi dan disiplin ditegaskan melalui moto patriot, loyal, profesional.

Sinergi Pendidikan dan Inovasi

Pak Agus Sutomo menilai kerja sama dengan INSTIPER dan YPKPY penting dalam pengembangan SDM, riset, serta inovasi. Lima bidang kolaborasi disepakati: pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pelatihan, dan konsultasi.

“Kalau rata-rata 1 hektare menghasilkan 15 ton, kita harus bisa lebih tinggi. Itu dicapai dengan disiplin dan inovasi,” jelas Pak Agus Sutomo.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar menyiapkan kompetensi sekaligus integritas. “Ijazah penting, tapi yang lebih penting adalah akhlak mulia. Jangan jadi pejabat korup,” katanya.

Peran Strategis Nasional

Pak Agus Sutomo menegaskan Agrinas Palma mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk memastikan ketersediaan minyak goreng nasional dengan target kontribusi 30 persen produksi. Perusahaan juga diarahkan menopang program makan siang gratis, pembangunan rumah sakit, dan sekolah rakyat.

“Kita ingin rakyat Indonesia punya penghasilan tetap, sejahtera, dan bermartabat. Itu tujuan kita hadir,” ujarnya.

Semangat serupa disuarakan Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng yang juga hadir pada acara tersebut. Tahun ini, INSTIPER menerima 879 mahasiswa baru S1 sehingga total mahasiswa aktif mencapai 4.000 orang.

“Sejak berdiri 1958, INSTIPER menjadi penyedia tenaga kerja perkebunan yang handal. Mahasiswa ditempa bukan hanya akademis, tetapi juga mental, karena perkebunan banyak berlokasi jauh dari kota,” jelas Harsawardana.

Sekitar 30 persen mahasiswa menerima beasiswa dari KIP, BPDPKS, perusahaan, hingga ASEAN. INSTIPER juga memiliki 200 mitra perusahaan di berbagai sektor.

Dukungan Pemerintah untuk Generasi Sawit

Dukungan pemerintah disampaikan langsung oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan Kementan, Ir. Baginda Siagian, MS. Ia menyebut 150 mahasiswa baru tahun ini mendapat beasiswa sawit dari BPDPKS.

“Adik-adik berada di tempat yang benar, di bawah bimbingan INSTIPER. Kelapa sawit adalah penyumbang devisa terbesar. Dua puluh tahun ke depan, urusan sawit ada di tangan kalian,” tegasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, menambahkan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Dalam acara Okkebun di Lemah Ireng Resort & Camping Ground, ia menilai Eduagroturisme SID bisa menjadi laboratorium hidup untuk riset, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita berharap kolaborasi ini memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sinergi Agrinas, INSTIPER, dan pemerintah menunjukkan arah baru pengelolaan perkebunan Indonesia: menempatkan rakyat sebagai pemilik sejati, mahasiswa sebagai generasi penerus, dan negara sebagai pengawal keberlanjutan.

“Semoga kerja sama ini membawa berkah, menjaga sumber daya alam, dan menjadikan Indonesia semakin jaya,” kata Rektor Harsawardana menutup sambutannya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama bersama Komisaris Utama serta jajaran direksi Agrinas turut menjajal drone multi-rotor quadcopter buatan Tiongkok yang dirancang untuk mendukung pengelolaan perkebunan. Teknologi ini dinilai mampu mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi.

Selain drone, ditampilkan pula inovasi mekanisasi angkut tandan buah segar berbasis conveyor hasil rancangan Traksi Engineering INSTIPER. Mekanisasi ini diharapkan mempercepat proses panen dan distribusi hasil kebun.

Hingga kini, Agrinas telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, antara lain IPB, Universitas Indonesia, dan INSTIPER. Dalam waktu dekat, kemitraan serupa akan diperluas dengan beberapa institusi akademik lainnya. *

Peliput: General Manager Komunikasi, Hubungan Kelembagaan dan Media Kreatif Renaldi Zein, MSi
Editor: Natalia Santi, Manager Komunikasi Eksternal

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these