Kisah Lahirnya Agrinas Palma Nusantara untuk Kedaulatan Energi dan Pangan

Okky Suryono, Vice President Divisi Sekretariat Perusahaan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)

Jakarta, 26 Mei 2025 – Senyum tak lepas dari wajahnya. Ramah dan enak diajak berdiskusi, rautnya berubah serius mana kala ditanya soal perubahan dari Indra Karya menjadi Agrinas Palma Nusantara yang menggeluti bisnis utama dibidang Perkebunan sawit dan industri turunannya.

Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto mencanangkan ketahanan pangan, energi, dan air dalam Asta Cita 2025-2029, sehingga dilakukan transformasi bisnis atas 3 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Konsultan Konstruksi yang merupakan Perusahaan BUMN relatif sehat menjadi Agrinas dengan pengembangan dibidang Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan, ketiga BUMN tersebut yakni PT Yodya Karya (Persero) menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) di bidang Pertanian, PT Virama Karya (Persero) menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) di bidang Perikanan, dan PT Indra Karya (Persero) menjadi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dibidang Perkebunan.

Bagaimana pun sebuah transformasi besar telah terjadi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Indra Karya (Persero). Perusahaan jasa konsultansi bidang konstruksi milik negara ini resmi berubah menjadi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) pada awal 2025, menandai perubahan fundamental dalam arah bisnisnya yang dulunya hanya bidang konsultan konstruksi kini ditambah menjadi bidang perkebunan sawit dan industri turunannya dalam rangka mendorong integrasi pengelolaan sektor perkebunan sawit dengan output produk yang mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional.

Di sela-sela jam makan siang, Okky Suryono, Vice President Divisi Sekretariat Perusahaan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menuturkan kisah tersebut dengan serius namun santai.

Bermula pada November 2024 lalu, ketika Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo, SE dilantik sebagai Direktur Utama Indra Karya. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan langsung mengambil langkah progresif berupa repurposing organisasi untuk mendorong terciptanya lini bisnis baru, dan kajian mendalam untuk memperluas bidang usaha untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Puncaknya terjadi pada 16 Januari 2025, saat Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi ini memperluas layanan usaha Indra Karya menjadi bidang perkebunan dan konsultan konstruksi, sekaligus Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Menteri BUMN dengan mengubah nama perusahaan menjadi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

“Nama dan logo perusahaan resmi berubah. Kini, Agrinas Palma Nusantara juga memiliki 84 klasifikasi baku layanan usaha atau KBLI sebagai dasar pengembangan bisnisnya,” ujar Okky Suryono, yang turut menyaksikan transformasi tersebut.

Tak Sekadar Berganti Nama

Pria yang memiiki moto “Teruslah belajar melakukan perubahan dari hal terkecil, perubahan dalam pengelolaan manajemen waktu diri sendiri adalah hal yang paling mungkin untuk kita lakukan agar diri lebih siap dalam menyambut masa yang akan datang.” tersebut fasih menuturkan apa saja yang menjadi tanggung jawab APN saat ini.

Agrinas Palma Nusantara tak sekadar berganti nama. Perusahaan ini kini mengelola lebih dari 485.000 hektare lahan perkebunan hasil penitipan negara melalui Kejaksaan Agung dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Lahan Perkebunan sawit tersebut merupakan hasil penyitaan dalam kasus korupsi, penertiban kawasan hutan (PKH), dan aset negara yang telah inkracht seperti lahan eks Torganda yang inkracht sejak 2007 lalu namun baru dieksekusi pada tahun 2025 ini.

“Ada tiga skema penitipan lahan: titipan lahan kebun sitaan seluas 221 ribu Ha, PKH 216 ribu Ha, dan eks-Torganda 47 ribu Ha. Lahan-lahan ini sebelumnya dikelola secara swakelola, kini diserahkan kepada kami untuk dikelola secara profesional dengan mengacu pada pengelolaan Good Agricultural Practices,” jelas Okky.

Agrinas Palma Nusantara bertugas melakukan normalisasi kebun, rehabilitasi infrastruktur dan revitalisasi aset lainnya seperti pabrik yang dapat mendorong optimalisasi produksi, hingga performa bisnis meningkat. Hasil pengelolaan ini tidak hanya akan menghasilkan CPO (Crude Palm Oil), tapi juga produk turunan seperti minyak goreng dan biodiesel (B40 hingga B100) kedepannya.

Dalam waktu singkat, perusahaan ini telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap negara. Di antaranya, penyerapan tenaga kerja lokal yang signifikan di beberapa daerah, pegawai eks Duta Palma yang bekerja di lahan yang disita menjadi pegawai yang di kelola oleh Agrinas Palma, optimalisasi pendapatan bagi pekerja kebun dan keluarganya agar Agrinas Palma dapat memberikan kontribusi dalam membantu pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Nilai keekonomian yang tumbuh melalui transaksi hasil produksi yang meningkat. Pengelolaan aset negara secara kolaboratif, termasuk dengan Kejaksaan Agung bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

“Kami belum menjadikan lahan kebun sawit titipan ini sebagai stream revenue langsung bagi korporasi dikarenakan pengelolaan keuangan secara escrow dengan Kejaksaan Agung, karena lahan yang dikelola sifatnya masih titipan yang merupakan amanah negara kepada kami Agrinas Palma Nusantara untuk dijalankan. Namun demikian, dampak nilai ekonominya nyata dan berdampak besar bagi masyarakat dan Negara,” tegas Okky.

Merajut Budaya Agrinas dengan Core Value AKHLAK

Banyak pihak menyoroti peran TNI dalam transformasi ini, terutama karena latar belakang Direktur Utama saat ini. Okky menjelaskan bahwa kehadiran figur militer berperan besar dalam pendisiplinan organisasi terutama pada manajemen kepemimpinan dan percepatan transformasi, namun Direktur Utama berkomitmen pelaksanaan pengelolaannya tetap mengacu dalam koridor Good Corporate Governance (GCG) sesuai aturan BUMN.

Transformasi wajah dari Perusahaan Indra Karya menjadi PT Agrinas Nusantara (persero) bukan hanya sekedar simbol, hal tersebut juga berarti membangun Kembali kultur budaya yang datang dari banyaknya perbedaan karakter, keahlian, dak kebiasaan.

Dalam hal ini, budaya kerja menjadi jantung yang tidak dapat diabaikan, namun hal tersebut justru dieratkan dengan tujuan yang sama yaitu untuk membangun masa depan yang baik untuk industri sawit Indonesia.

Perusahaan juga menekankan pentingnya akulturasi budaya kerja, khususnya antara pegawai lama Indra Karya dan personel baru di Agrinas serta pegawai yang berasal dari perusahaan lahan titipan sebelumnya. Untuk itu, perusahaan menerapkan core value BUMN: AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) di seluruh lini sumber daya manusia Agrinas Palma.

“Nilai AKHLAK jadi jembatan antara pegawai, baik pegawa Ini yang mempercepat integrasi budaya perusahaan,” ujar Okky. “Jadi AKHLAK inilah yang menyatukan seluruh sumber daya manusia di BUMN, akulturasi daripada AKHLAK sendiri itu kita terapkan implementasinya sebagai value kepegawaian sehingga dapat mudah dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pegawai diseluruh lapisan.”

Kunci dari proses ini yaitu, amanah saat menjalankan penugasan, kompetensi yang cukup, harmonis dalam hubungan antarfungsi dan divisi, loyal, adaptif terhadap perubahan dan perbedaan budaya itu sendiri, dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Menariknya, nilai-nilai tersebut sudah diterapkan sebelum Agrinas Palma diperkenalkan, walaupun transformasi ini bukanlah hal yang instan, tetapi jika diterapkan secara terus-menerus dan bersama maka kita dapat bergerak menuju masa depan yang lebih besar dan mendorong tercapainya tujuan dari organisasi perusahaan itu sendiri.

Perjalanan Agrinas Palma Nusantara baru saja dimulai, namun langkah awalnya sudah menunjukkan arah yang jelas yakni membantu negara mengelola aset strategis, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mendorong peningkatan pendapatan negara dari sektor yang dikelola oleh Agrinas Palma Nusantara.

“Sesuai dengan Visi Misi yang dicanangkan oleh Bapak Direktur Utama, Misi kami sederhana namun strategis: Indonesia berdaulat energi, pangan, dan air sebagaimana Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Dan kami ingin jadi bagian dari pencapaiannya dengan terus memberikan kontribusi positif bagi Negara,” tutup Okky.

Penulis: Natalia Santi, Nabila Afianisa, Dinda Syifa
Editor: RZ/MRR

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these